by: CITRAWEB SOLUSI TEKNOLOGI, PT
aturan | tentang kami | kontak kami

Artikel

Fitur Speed Test di Mikrotik

Kategori: Fitur & Penggunaan

Saat ingin membangun jaringan, terkadang kita bingung dalam melakukan pemilihan perangkat yang tepat. Sebenarnya, sebelum dipasang dijaringan yang sesungguhnya, anda bisa melakukan pengetesan pada perangkat yang anda miliki.

Dari pihak vendor (MikroTik) sudah menginformasikan hasil test lab performa dari setiap perangkat yang dijual. Biasanya akan dicantumkan hasil test berupa pengetesan dalam kasus dan beban throughput tertentu.

Di Mikrotik, selain sebagai router ternyata mempunyai beberapa fitur pengetesan performa berdasarkan bandwidth atau throughput yang bisa dilewatkan. Aplikasi pengetesan sudah ada dalam setiap perangkat mikrotik. Aplikasi tersebut adalah bandwidth test dan traffic generator.

Cara kerja dari traffic generator dan bandwidth test sendiri, router akan membuat traffic "dummy" untuk dikirimkan ke perangkat tertentu. Dari hasil itu, router akan menentukan berapa besar bandwidth yang bisa dilewatkan antara kedua router tersebut

Untuk pengetesan menggunakan traffic generator sendiri, sudah pernah dibahas diartikel sebelumnya disini
Begitu juga pengetesan bandwidth-test, bisa anda cek di artikel berikut ini disini


Nah, di routeros versi terbaru (v6.44), mikrotik mengeluarkan metode pengetesan bandwidth terbaru yaitu SpeedTest. Metode speedtest ini agak berbeda dengan metode pengetesan sebelumnya. Router tidak hanya melakukan pengetesan satu arah, tetapi berupa dua arah menggunakan 2 protocol sekaligus yaitu TCP dan UDP. Selain itu, Speed test juga akan memperhitungkan beban processor dan packet loss yang terjadi saat pengetesan berlangsung. Speed test ini merupakan kombinasi dari tool ping dan bandwidth-test. Dan untuk saat ini, hanya bisa bekerja ke sesama mikrotik saja.


Pengetesan Pertama

Untuk pengetesan pertama, kami menggunakan topologi point-to-point 2 router yang sudah diupgrade ke versi 6.44. Topologi yang kami gunakan sebagai berikut :

Karena fitur ini masih terbilang baru, mikrotik belum menyediakan GUI dalam speedtest ini. Anda harus menggunakan Terminal untuk mengaktifkan Speedtest.

Syarat agar Speedtest dapat berjalan lancar, Bandwidth test server harus dalam posisi aktif. Anda juga harus mengetahui username dan password router sisi lawan. Pastikan juga antar router bisa terkoneksi dan bisa di ping.


Command yang digunakan yaitu /tool speed-test address=[ip yang akan ditest]

Gambar. Router1 saat pengetesan


 Hasilnya akan muncul hasil pengetesan yang dilakukan router. Pengetesan speedtest ini, agak sedikit berbeda dengan speedtest yang beredar di internet yang hanya menampilkan rata-rata saja. Akan ada beberapa parameter yang muncul seperti

- Ping (minimal, rata-rata, maximal)

- Jitter (minimal, rata-rata, maximal)

- TCP (Upload dan Download)

- UDP (Upload dan Download)

- CPU Load (local router dan remote router)

- Loss Packet


Pada router 2, sebenarnya tidak ada perubahan signifikan. Speedtest melakukan pengetesan kurang dari 1 menit saja (tidak terus menerus). Ini bisa anda gunakan untuk mengecek link yang anda miliki, baik via kabel maupun via wireless.

Gambar. Router2 saat pengetesan


Pengetesan Kedua

Untuk pengetesan kedua, kita akan mencoba menggunakan 3 router dan membandingkan hasilnya dengan pengetesan pertama. Topologi yang akan digunakan yaitu sebagai berikut

Pengetesan akan dilakukan di Router1 menuju ke Router3. Hasilnya akan seperti ini


Pada Router2, karena hanya melewatkan traffic saja, cpu load pada router tersebut tidak terdeteksi sama sekali.



Kesimpulan

Fitur ini sebenarnya menggabungkan tool ping dan bandwidth-test yang sudah ada di mikrotik. DUT (Device Under Test) harus tetap mengaktifkan bandwidth test server agar speed-test bekerja dengan baik. Jika pada perangkat DUT terdapat username dan password, maka ada command tambahan.

Hasil yang dikeluarkan dari fitur ini sebenarnya bukan besaran throughput yang anda miliki. Masih ada banyak parameter yang bisa mempengaruhi naik turunnya bandwidth yang dilewatkan seperti load cpu atau fitur lain seperti queue dan firewall. Karena pada dasarnya router mempunyai konsep untuk melewatkan paket, bukan untuk destinasi suatu paket seperti saat pengetesan terjadi.





Kembali ke :
Halaman Artikel | Kategori Fitur & Penggunaan